Stunting Menurun! Tim KKN Mas Desa Giriwondo Edukasi Ibu Balita
Karanganyar – Tim KKN MAs Desa Giriwondo mengedukasi melalui sosialisasi tentang bahaya stunting dan pencegahannya kepada ibu hamil dan ibu balita pada pertemuan posyandu di Dusun Giriwondo, Desa Giriwondo, Kec. Jumapolo. Edukasi ini diberikan, karena menurut data dari perangkat desa, angka stunting di Dusun Giriwondo cukup tinggi.
KKN MAs adalah kegiatan KKN kolaborasi dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta akan menjadi tuan rumah/panitia pusat KKN MA tahun 2024, menurut news.ums.ac.id. Ini disampaikan oleh Prof., Ir., Sarjito M.T., Ph.D., saat berbicara di Seminar Nasional URECOL ke-19.
Prof., Ir. Sarjito M.T., Ph.D. menyatakan, “KKN MA Tahun 2024 akan disebar ke wilayah Sukoharjo dan Karanganyar. Panitia lokal dari UM Surakarta telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, dan mereka sangat terbuka jika daerahnya digunakan sebagai lokasi KKN.”
Menurut Siti Rukoyah (Sekretaris Tim KKN MAs) juga pemateri dalam kegiatan edukasi tersebut, menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Ibu Sri (Bidan Desa Giriwondo), menambahkan penjelasan bahwa stunting atau kekurangan gizi ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang bergizi, infeksi berulang, atau pola asuh yang tidak optimal. Stunting dapat berdampak jangka panjang, termasuk keterlambatan perkembangan kognitif, penurunan produktivitas di masa dewasa, dan peningkatan risiko penyakit kronis.
Viona (Sekretaris Tim KKN MAs), mengabarkan bahwa pemberian edukasi ini hasil kerjasama antara tim KKN MAs dengan bidan desa dan kader posyandu setempat.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, terutama pada ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak balita, imbuhnya.
Daffa Zaki (Humas Tim KKN MAs), mengabarkan, alhamdulillah kegiatan sosialisasi tentang bahaya stunting dan pencegahannya berjalan dengan lancar. Kegiatan sosialisasi ini terselenggara kurang lebih selama 3 jam. Suasana kegiatan tersebut, sangat interaktif, peserta sosialisasi aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Masih menurut Daffa, dari sosialisasi ini diharapkan dapat berkontribusi langsung pada penurunan angka stunting dengan memastikan bahwa lebih banyak anak mendapatkan nutrisi dan perawatan yang dibutuhkan untuk tumbuh secara optimal. Tidak hanya itu, Tim KKN MAs, akan mengadakan pendampingan guna memastikan ilmu yang didapat saat sosialisasi, bisa diterapkan pada rutinitas sehari-hari.
Penulis = Adam Satria/Tim KKN MAs Desa Giriwondo
