PENINGKATAN KAPASITAS KADER DALAM SURVEILANS BERBASIS POSBINDU
Transisi epidemiologi penyakit telah mengalami perubahan penyebab kematian penyakit menular yang terus menurun dari tahun 1955 sebesar 44,2% menjadi 28,1 % pada tahun 2007 namun sebaliknya kematian akibat penyakit tidak menular mengalami peningkatan dari 41,7 % menjadi 59,5 %. PTM merupakan penyakit yang sering kali tidak terdeteksi karena tidak bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut yang susah untuk disembuhkan dan berakhir dengan kecacatan atau kematian dini. Kondisi ini menimbulkan beban pembiayaan yang besar bagi keluarga.
Hipertensi dan Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit dengan angka prevalensi yang cukup tinggi dari hasil riskesdas pada tahun 2013 prevalensi Hipertensi di kabupaten Karanganyar sebesar 35,2% menjadi 40,7% pada tahun 2018 sedangkan prevalensi diebetes pada tahun 2013 sebesar 6,9% menjadi 2,7% pada hasil riskesdas tahun 2018 dari kedua prevansi tersebut diatas kabupaten Karanganyar berada di atas angka provinsi maupun angka nasional yang bisa diartikan bahwa kemungkinan kejadian kasus hipertensi dan diabetes di kabupaten Karanganyar tinggi.
Deteksi secara dini pada penyakit hipertensi dan diabetes sudah bisa dilaksanakan di Posbindu PTM, sehingga kasus kasus yang bisa di deteksi sedini mungkin di harapkan akan lebih mudah didalam pengobatan dan perawatan terhadap penyakit yang ditemukan. Pada tahun 2017 Posbindu di kabupaten karanganyar sudah terbentuk sebanyak 57 desa dengan target sebanyak 53 desa dan pada tahun 2018 sudah terentuk posbindu sebanyak 92 desa dari target yang ditentukan sebanyak 71 desa. dari semua posbindu yang sudah ada masih ada beberapa permasalahan salah satu diantaranya adalah sistem pencatatan dan pelaporannya yang belum bagus.
Didalam layanan Posbindu diperlukan pencatatan pelaporan yang baik, secara periodik, dan sistematis dan sekarang ditambah lagi pelaporan kegiatan posbindu sudah dilaksanakan berbasi portal web sehingga diperlukan sumber daya manusia yang bisa melaksanakan dengan baik. Untuk itu diperlukan penambahan pengetahuan bagi kader posbindu agar dapat melaksanakan pencatatan dan pelaporan secara portal web. Agar hasil kegiatan posbindu dapat tercatat dan terlaporkan secara periodik dan cepat sehingga dapat di tindaklanjuti lebih baik.
Di Kabupaten Karanganyar sudah melaksanakan pertemuan peningkatan kapasitas kader dalam surveilans berbasis posbindu pada tanggal 19 Februari 2019 di aula dinas kesehatan kabupaten Karanganyar dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari 6 orang petugas puskesmas (Colomadu 1, Colomadu 2, Jumapolo, Matesih, Tawangmangu dan Kerjo) dan 24 kader posbindu di 12 desa wilayah puskesmas masing masing.
Tujuan pertemuan itu adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas PTM puskesmas dan kader posbindu dalam melaksanakan surveilans posbindu secara online. Materi yang diberikan terdiri dari 3 macam yaitu kebijakan posbindu, surveilans PTM berbasis posbindu dan Praktek pencatan dan pelaporan berbasis website. dengan terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan pencatatan dan pelaporan posbindu secara online bisa dilaksanakan di semua posbindu di kabupaten Karanganyar.

