SOSIALISASI KESEHATAN JIWA MASYARAKAT DI KABUPATEN KARANGANYAR

SOSIALISASI KESEHATAN JIWA MASYARAKAT DI KABUPATEN KARANGANYAR
29 Oktober 2018 No Comments BERITA & INFORMASI skpd

SOSIALISASI KESEHATAN JIWA MASYARAKAT DI KABUPATEN KARANGANYAR

Dewasa ini masalah kesehatan jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat dunia. Satu atau lebih gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25% dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya. World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 24% pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer antara lain adalah depresi dan cemas (World Health Report 2001).

Sementara itu masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), data nasional untuk gangguan mental emosional (gejala depresi dan cemas) yang dideteksi pada penduduk usia ≥15 tahun atau lebih, dialami oleh 6% penduduk atau lebih dari 14 juta jiwa; sedangkan gangguan jiwa berat (psikotik) dialami oleh 1.7/1000 atau lebih dari 400.000 jiwa. Sebesar 14,3% dari gangguan psikotik tersebut atau sekitar 57 ribu kasus mengatakan pernah dipasung. Tidak sedikit masalah kesehatan jiwa tersebut dialami oleh usia produktif, bahkan sejak usia remaja. Depresi juga dapat terjadi pada masa kehamilan dan pasca persalinan, yang dapat mempengaruhi pola asuh serta tumbuh kembang anak. Dari data Riskesdas tahun 2007 dan Riskesdas tahun 2013, ditemukan bahwa semakin lanjut usia, semakin tinggi gangguan mental emosional yang dideteksi. Maka upaya-upaya dalam peningkatan kesehatan jiwa masyarakat, pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa dan intervensi dini gangguan jiwa seyogyanya menjadi prioritas dalam mengurangi gangguan jiwa berat di masa yang akan datang.

Di Kabupaten Karanganyar upaya pelaksanaan kesehatan jiwa masyarakat sudah mulai digerakkan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 di Aula Panti Asuhan Aisyiah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 90 orang yang terdiri dari TP-KJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat) Kabupaten meliputi OPD terkait dari Bagian Kesra Setda, Dinsos, Baperlitbang, Kemenag, Kodim, Polres, Satpol–PP, Dispermades, DP3APPKB, RSUD, PMI, TP-PKK Kabupaten, Kepala Puskesmas se-kabupaten, TKSK se-kabupaten, perwakilan 17 Kecamatan serta Pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas. Tujuan diadakannya sosialisasi ini diantaranya adalah terjalinnya kerjasama semua pihak terkait dalam pelaksanaan kesehatan jiwa masyarakat serta tersosialisasinya Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Rancangan Perbup Kesehatan Jiwa pada seluruh peserta.

Adapun narasumber dari kegiatan ini adalah dari Dokter Spesialis Jiwa RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta, dr. Maria Rini Indriarti, Sp.K.J., M.Kes tentang Gangguan Jiwa di Masyarakat. Disampaikan bahwa ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sering mendapatkan Stigma di masyarakat, diantaranya tidak berguna, idiot, tidak dapat dikendalikan, dirasuki setan, tidak dapat diobati, tidak mampu bekerja, selalu membutuhkan rawat inap RS dan lain sebagainya. Adanya Stigma-stigma tersebut akan berdampak keengganan ODGJ dan keluarganya untuk mencari bantuan, isolasi (mengucilkan diri) dan enggan mencari informasi yang benar, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, dengan sengaja “menghilangkan” identitas ODGJ dalam dokumen keluarga (kartu keluarga) dan tidak layak mendapatkan KTP. Stigma di masyarakat tersebut harus dilawan dan dikelola dengan cara memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang gangguan jiwa (angka kejadian, penyebab, gejala, pengobatan, mitos dan fakta tentang gangguan jiwa), memberikan pelatihan tentang peningkatan kesadaran tentang kesehatan jiwa untuk guru dan petugas kesehatan, kampanye publik, psikoedukasi bagi konsumen dan keluarga tentang bagaimana hidup dengan orang yang memiliki gangguan jiwa. Dengan demikian perlahan-lahan stigma masyarakat tentang ODGJ akan berkurang dan dimasa mendatang akan hilang dengan sendirinya.

Narasumber yang kedua dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, dr. Cucuk Heru Kusumo, M.Kes tentang Kebijakan Pengelolaan Gangguan Jiwa. Disampaikan tentang Peraturan Bupati Perbup No. 128 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan  Kesehatan Jiwa yang perlu dimengerti oleh segenap elemen masyarakat. Setiap warga masyarakat bisa terlibat didalam penanganan kesehatan jiwa di masyarakat selain itu masyarakat juga memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan pelayanan kesehatan jiwa,

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini diharapkan peserta dapat mensosialisasikan hasil yang didapat kepada jajaran stake holder yang ada dan atau masyarakat pada umumnya sehingga pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di kabupaten Karanganyar dapat dilaksanakan dengan optimal.

 

 

About The Author